Building Leaders

You are here : Home Publications Others Mengapa IPE Penting dalam Pendidikan Profesi Kesehatan?

Mengapa IPE Penting dalam Pendidikan Profesi Kesehatan?

Oleh: Brajakson Siokal

(Dosen UMI Makassar, Peneliti Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration Practicedi Indonesia, penerima beasiswa Bakrie Graduate Fellowship di Magister Keperawatan, Unhas.)

Tim kesehatan merupakan profesional kesehatan, yang memiliki tingkat keahlian dalam pelayanan yang luas kepada pasien, untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berfokus pada kesehatan pasien.

Tim Kesehatan memiliki tuntutan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu di era global seperti saat ini. Pelayanan bermutu dapat diperoleh melalui praktik kolaborasi antar profesional kesehatan. Profesional kesehatan yang dimaksud adalah perawat, dokter, dokter gigi, bidan, apoteker, ahli gizi, juga kesehatan masyarakat. Tidak bisa dipungkiri profesional kesehatan yang disebutkan di atas, sangatlah penting keberadaannya dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun masyarakat.

Pelayanan kesehatan selama ini masih belum dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik, sehingga hasil yang didapat belum optimal dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dalam hal ini, perlu adanya inovasi, solusi, dan tranformasi sistem yang dapat menjamin suplai yang cukup kepada profesional kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu dari sekian banyak pilihan yang menjanjikan dalam inovasi tersebut adalah, adanya IPE dalam pendidikan profesi kesehatan. Pemahaman yang baik akan IPE di tingkat pendidikan kesehatan dinilai penting, untuk menjalankan interprofessional collaboration practice pada tingkat pelayanan di rumah sakit atau masyarakat.

Interprofessional education atau yang biasa disingkat IPE adalah suatu inovasi dalam konsep pendidikan profesi kesehatan. IPE merupakan suatu proses di mana sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan, yang memiliki perbedaan latar belakang profesi melakukan pembelajaran bersama dalam periode tertentu. Kemudian berinteraksi dan berkolaborasi dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dengan konsep kesehatan berbasis patients-centered-care. Konsep di mana pasien yang utama, tenaga kesehatan dituntut memberikan segala kemampuannya untuk pasien.

Penerapan sistem IPE dalam dunia pendidikan kesehatan di Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan kualitas mahasiswa kesehatan. IPE diharapkan mampu meningkatkan kegiatan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis pada kolaborasi. Hal inilah yang bertujuan dalam upaya pembangunan kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, dengan IPE, tim kesehatan ke depannya terbiasa melakukan kolaborasi saat di tatanan pendidikan, pelayanan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

IPE dalam dunia pendidikan profesi kesehatan melibatkan mahasiswa kesehatan dari berbagai profesi, untuk saling belajar secara berdampingan. IPE menekankan kerja sama tim, memahami peran profesi yang lain, tanggung jawab, komunikasi, saling menghormati, dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah mengimplemetasikan IPE ke dalam kurikulum pendidikan profesi kesehatan.

Penerapan IPE dalam dunia pendidikan profesi kesehatan, seharusnya dilakukan sedini mungkin sehingga mahasiswa terlatih mengambil bagian di dalam sebuah tim, kemudian bagaimana bisa berkontribusi, berkomunikasi dengan baik, mendengar pendapat, dan berdiskusi demi tujuan bersama, bukan hanya dengan mahasiswa jurusan yang sama, juga dengan mahasiswa program kesehatan lain.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam pendidikan profesi kesehatan, sudah seharusnya kita mendukung dan aktif dalam penerapan sistem IPE. Sudah banyak bukti dan penelitian yang menunjukkan berbagai manfaat sistem ini. IPE juga memberikan suatu batasan terhadap wewenang profesi satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada bidang profesi yang merasa terdiskriminasi atau mendominasi dalam pengambilan keputusan.

Standar akreditasi baru untuk profesi pendidikan kesehatan menyatakan, lulusan harus kompeten dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan anggota dari tim kesehatan lain untuk memfasilitasi penyediaan layanan kesehatan. Jelas bahwa sistem IPE diharapkan berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia.

Di Indonesia, sistem IPE dalam pendidikan kesehatan mulai dimasukkan dalam suatu kurikulum, dan dicanangkan pemerintah tetapi terbatas pada beberapa perguruan tinggi di daerah Jawa, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Belum satupun yang mengimplementasikan IPE di Indonesia bagian Timur.

Salah satu bukti nyata implementasi IPE dalam pendidikan profesi kesehatan adalah ketika Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP). Semua mahasiswa akhir dari berbagai latar belakang pendidikan di perguruan tinggi tersebut, berusaha mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki di tengah-tengah masyarakat. Ada mahasiswa profesi perawat, dokter, apoteker, gizi, dan lain-lain.

Semua yang tergabung dalam tim ini, berusaha berkolaborasi menangani permasahalan atau gangguan kesehatan di tengah-tengah masyarakat khususnya mahasiswa kesehatan. Hal ini dirasa penting dan menunjang untuk proses perawatan kepada individu, keluarga, dan masyarakat yang membutuhkan sentuhan tim kesehatan.

Dengan begitu, ketika menjadi profesional dalam kesehatan di masa yang akan datang, mereka telah terbiasa berkomunikasi, menjaga respect, dan berkonstribusi untuk kepentingan pasien. Sehingga tidak ada profesional kesehatan yang mendominasi dalam pengambilan keputusan, dan meninggikan egonya karena merasa profesinya yang lebih baik dari profesi kesehatan lain.

Tetapi, implementasi dari IPE hanya sebatas itu saja, belum ada suatu program di mana diterapkan dalam suatu kurikulum pendidikan kesehatan, dan dilakukan evaluasi secara terus-menerus serta contolling untuk perbaikan IPE ke depannya. Ini dikarenakan setiap bidang kesehatan dalam institusi pendidikan, belum menjalin komunikasi dengan baik dan belum bekerja sama dalam mengimplementasikan kurikulum IPE.

Selain itu, pemerintah juga belum memberikan perhatian lebih terhadap IPE dan belum memberikan rumusan tepat bagaimana IPE ini dijalankan. Semoga ke depannya dapat berjalan maksimal, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Amin.

Oleh karena itu, perlu dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, demi terlaksananya IPE yang baik di Indonesia.

Sumber