You are here : Home Program LEAD Indonesia Fellow 2019

Fellow 2019

Fellow LEAD Indonesia 2019 yang Berdedikasi dalam Pemberantasan TBC

1. Ully Ulwiyah

Ketua Yayasan Pejuang Tangguh (PETA). PETA merupakan lembaga non-profit beranggotakan mantan pengidap TBC yang berupaya untuk memotivasi dan mendampingi para pengidap TBC yang resisten terhadap obat hingga dinyatakan sembuh.

Cakupan Wilayah : Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

2. Zetiawan Trisno

Ketua Komunitas Fokus Sobat (Forum Komunikasi dan Motivasi Pasien TBC Kebal Obat).  FOKUS SOBAT menerapkan suatu model pendampingan pengobatan pasien TBC kebal obat melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang melibatkan penyintas TBC. Sejak tahun 2016 hingga saat ini, FOKUS SOBAT telah mendampingi 182 pasien untuk berobat. 61 orang diantaranya berhasil sembuh.

Cakupan Wilayah: Kab. Jember, Kab. Lumajang, Kab. Situbondo, Kab. Bondowoso,Kab. Banyuwangi.

3. Wahriyadi

Koordinator Program TB HIV Care Aisyiyah Makassar, Wahriyadi konsisten hadir bersama komunitasnya untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat wilayah Makassar yang mengidap TBC. Dalam rentang waktu Januari hingga Oktober 2019, data pasien TBC yang telah ditangani sebanyak 561 orang dari 4.018 pasien TBC di Makassar.

Cakupan Wilayah : Kota Makassar

4. Wahyu Ramadhan Mifnia Putra

Aktif sebagai konselor dalam Komunitas TB HIV Care Aisyiyah Wilayah Jember, Jawa Timur sebagai Manajer Kasus TB RO Komunitas TB Care Aisyiyah. Sepanjang tahun 2017-2018, TB Care Aisyiyah Jember telah mendampingi 2.098 pasien TB SO (Sensitif Obat) dan 270 pasien TB RO (Resisten Obat).

Cakupan Wilayah: Kab. Banyuwangi, Kab Bondowoso, Kab. Jember, Kab. Lumajang, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab. Situbondo, Kota Probolinggo.

5. M. Syahrir

Direktur Eksekutif Shihhah Institute Indonesia Pusat Jeneponto. Sejak tahun 2017, Shihhah Institute resmi mengawal pasien TB. Sejak saat itu, Syahrir bersama Shihhah Institute mendampingi pasien dan kader TB yang ada di Jeneponto.

Cakupan Wilayah : Kab Janeponto, Sulawesi Selatan.

 


Fellow LEAD Indonesia 2019 yang Mendukung Gerakan Lanjut Kuliah

1.Asep Hermawan

Koordinator wilayah Program Keluarga Harapan untuk Wilayah Lampung Timur. Pemuda kelahiran 19 Maret 1987 ini adalah S1 dari STMIK Sharma Wacana Metro, sangat tertarik dengan perubahan sosial bagi anak-anak tidak mampu terutama di bidang Pendidikan.

Cakupan Wilayah : Kabupaten Lampung Timur

2. Suparji Rustam

Pendamping Sosial dalam program Keluarga Harapan di Kabupaten Tangerang. Pria kelahiran 17 Desember 1984 ini merupakan alumni PGSD dari Universitas Terbuka.

Cakupan Wilayah : Kabupaten/Kota Tangerang

3. Ary Agustina

Meski memiliki latar pendidikan kebidanan, namun Ary memiliki passion yang kuat untuk mendorong para lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan kuliah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Cakupan Wilayah : Sulawesi Selatan

4. Syarif

Alumnus Universitas Negeri Makassar ini merupakan seorang Amil yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Ia termotivasi untuk mendorong para lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Cakupan Wilayah : Makassar

5. Trisna Purwanto

Pria kelahiran 19 November 28 tahun silam ini aktif di dalam berbagai kegiatan sosial yaitu Komunitas Sahabat Peduli, Komunitas Imam MG, dan Yayasan Sekolah Rakyat Muara Gembong.

Cakupan Wilayah : Bekasi

 


Fellow LEAD Indonesia 2019 yang Membantu Perawat Lainnya Mendapatkan Sertifikasi

1. Muhammad Sholeh

Alumni Ilmu Keperawatan STIKES Widya Cipta Husada Kepanjen Malang. Di tahun 2016, ia melanjutkan studinya untuk mendapatkan sertifikasi profesi Ners di perguruan tinggi yang sama. Untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang perawat, Sholeh mengikuti pelatihan item development penyusun soal uji kompetensi perawat yang diadakan oleh RUKI (Rumah Uji Kompetensi Indonesia).

Cakupan Wilayah: Jawa Timur khususnya Malang, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Kediri, Surabaya, Probolinggo.

2. Rini Indriani

Alumnus Universitas Muslim Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Ners. Perempuan berusia 25 tahun ini aktif sebagai anggota DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Untuk mendukung kariernya sebagai perawat, Rini aktif mengikuti berbagai pelatihan profesi, salah satunya pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support yang diselenggarakan oleh Himpunan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sulawesi Selatan pada tahun 2016.

Cakupan Wilayah: Kendari & Kabupaten Konawe

3. M. Ridzwan Hanniedi

Alumni STIKES YARSI yang saat ini aktif dalam menyelenggarakan seminar/pelatihan keperawatan. Ridzwan saat ini juga menjadi pengurus Ikatan Alumni STIKES YARSI Mataram. Selain itu, ia juga menjadi anggota DPD PPNI Kota Mataram.

Cakupan Wilayah: Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kota bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

4. Ridwan Effendy (Jawa Timur)

Alumni STIKES Widya Cipta Husada Kepanjen Malang. Mengambil sertifikasi Profesi Ners di Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang. Pada tahun 2017, mengikuti pelatihan item development penyusun soal uji kompetensi perawat yang diadakan oleh salah satu lembaga bimbingan belajar untuk perawat.

Cakupan Wilayah : Area Jawa Timur


 

Fellow LEAD Indonesia 2019 yang Memberdayakan Anak Jalanan Menjadi Pahlawan Lingkungan

1.Siti Salamah

Pada tahun 2015, dia mendirikan Rumah Pohon sebuah komunitas yang memberdayakan para pemulung yang tinggal di wilayah Tangerang Selatan. Untuk mengekskalasi impact dalam hal pengolahan sampah dan pemberdayaan para pemulung di Tangerang Selatan, Siti Salamah bersama para rekannya merencanakan akan mendirikan Waste Hub sebagai wadah yang terintegrasi untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan.

Cakupan Wilayah: Jurangmangu, Tangerang Selatan

2. Elizabeth Viciyanti

Aktif dalam Komunitas Peduli Lingkungan (Pelingkup), peduli dalam hal waste management dengan mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik, bersama dengan sampah rumah tangga. Pelingkup juga membantu beberapa TPST yang berada di sekitar daerah Ciputat dengan mengajak anak-anak yang bekerja di pasar (anak putus sekolah) untuk melakukan pengolahan sampah di sekitar pasar.

Cakupan Wilayah : Ciputat, Tangerang Selatan

3. Oktian Jaya Wiguna

Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Tangerang serta pengurus pengelolaan sampah skala pemukiman (TPS3R) Benua Hijau sejak tahun 2011. Prestasinya dalam bidang pengelolaan sampah dan lingkungan tidak diragukan lagi. Selain aktif dalam kedua organisasi lingkungan tersebut, pria yang akrab disapa Aan ini juga tergabung dalam tim penilai Adipura Provinsi Banten serta menerima penghargaan Proklim Utama Nasional tahun 2018.

Cakupan Wilayah : Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, dan Kota Tangerang

4. Riha Azharina

Merupakan bagian dari Yayasan Indonesia Hijau yang berdiri sejak tahun 2014. Yayasan Indonesia Hijau merupakan organisasi non-profit yang memiliki kepedulian pada keberadaan anak-anak yang tinggal di lapak pemulung yang memiliki kendala minimnya akses pendidikan formal. Yayasan Indonesia Hijau mengadirkan pendidikan melalui kursus/pelatihan keterampilan. Riha bersama Yayasan Indonesia Hijau ingin memberikan nilai tambah kepada keberadaan ibu dan anak yang tinggal di lapak pemulung, melalui kerativitas dari pemanfaatan limbah anorganik.

Cakupan Wilayah : Jakarta Selatan dan Depok

5. Ummie Haniek Mainingrum

pegiat sosial yang aktif di berbagai komunitas lingkungan hidup diantaranya Turun Tangan Lampung, Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia, serta Peduli Anak dan Lingkungan (PAL). PAL merupakan komunitas yang fokus mewujudkan kepedulian warga untuk membentuk karakter masyarakat yang peduli dengan sosial dan lingkungan sekitar.

Cakupan Wilayah :  Pelabuhan Bakauheni, Desa Bogorejo Tataan Pesawaran, Kecamatan Bunga Mayang di Desa Negara Tulang Bawang Baru, dan sekitarnya.