You are here : Home

Darlingqu Kembangkan Bisnis Sosial Berbasis Lingkungan

 

Jumat pagi, tim program Bakrie Center Foundation memulai kegiatan site visit ke lokasi kegiatan para fellow LEAD Indonesia 2019 yang berdomisili di Jabodetabek. Pada site visit pertama tim program BCF berkunjung ke Komunitas Sadar Lingkunganku (Darlingqu). Komunitas ini baru satu tahun menyewa lahan tak terpakai di daerah Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan. Sebelum bernama Darlingqu, komunitas ini bernama Darling yang masih menjadi komunitas binaan sebuah gereja. Emyl, salah satu anggotanya yang telah bergabung di Darling selama 10 tahun. Namun, di awal 2019 ia memutuskan untuk membangun komunitas lingkungan sendiri yang bernama Darlingqu. Emyl mengajak serta sang adik, Elizabateh Viciyanti untuk bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan.

Elizabeth Viciyanti adalah salah satu fellow LEAD Indonesia 2019 yang terpilih untuk mewakili kategori Pemberdayaan Anak Jalanan dan Pelestarian Lingkungan. Setelah mengikuti Impact Forum di Jakarta pada 3 - 5 Desember lalu, Vici kini tengah memulai campaign di kitabisa.com untuk memberdayakan anak-anak jalanan di sekitar Ciputat agar ikut berkarya dan berdampak dengan aktivitas lingkungan seperti pengolahan bank sampah, daur ulang sampah anorganik, belajar mengelola peternakan dan perkebunan organik.  Hal tersebut ingin dilakukan, bukan hanya ingin memberdayakan anak-anak jalanan tersebut, melainkan juga ingin mengedukasi lebih banyak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan sampah.

Diiringi hujan rintik-rintik, kami dijamu olahan ayam organik beserta nasi panas lengkap dengan sambal dan sayur asam. Kami pun diajak berkeliling untuk melihat area kebun dan peternakan ayam organik. Menurut Vici, dari awal berdirinya Darlingqu tujuan utamanya yaitu mengedukasi sebanyak-banyaknya masyarakat agar aware soal permasalahan sampah. Namun, untuk menghidupi kegiatannya Darlingqu mencoba menerapkan konsep bisnis sosial (socialentrepreneurship) sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai biaya operasional.

"Kita jual ayam organik ke pelanggan-pelanggan. Darlingqu sudah punya pelanggan tetap. Begitu juga dengan hasil kebun. Pernah juga kita membuka kunjungan edu wisata bagi anak-anak sekolah. Hasil dari kegiatan tersebut, kami gunakan kembali untuk pembudidayaan, membesarkan peternakan, hingga gaji para penjaga kebun. Intinya, kami berusaha untuk mandiri," jelas Vici.

 

Lahan seluas 1.000 meter persegi menjadi pusat kegiatan Darlingqu

Peternakan ayam organik. Sekali ternak mencapai 1.000 ayam